Muhammad iqbal adalah filusuf dan sekaligus
penyair, tetapi apakah Nabi Muhammad Saw. telah dicerminkan sempurna dalam
untaian sajaknya?. Albarjanji menghabiskan usianya untuk mengubah syair tentang
Nabi Muhammad Saw. tetapi apakah ia berhasil menggambarkan semua kebesaran
Rasulullah Saw.? jawabnya tidak. Manusia besar ini mempunyai pribadi yang
menembus berbagai aspek kehidupan. Beliau menghimpun unsur peradaban besar
dalam dirinya. Karena itu merintihlah Dr.Ahmad Muhammad Al-Hufi sebelum menulis
sebagian akhlaq beliau " Ya Rasulullah, junjunganku apakah kata-kata yang
tak berdaya ini mampu mengucapkan ketinggian dan keluhuranmu? apakah penaku
yang tumpul ini dapat menggambarkan budi pekertimu yang mulia? bagaimana
mungkin setetes air akan sanggup melukiskan samudera yang luas? bagaimana
mungkin sebutir pasir akan mampu menggambarkan gunung yang tinggi? bagaimana
mungkin sepercik cahaya dapat bercerita tentang matahari? sejauh yang dapat
dicapai oleh sebuah pena hanyalah isyarat tentang keluhuran martabatmu,
kedudukanmu yang tinggi dan singgasanamu yang agung. Karena itu banyak ahli
hanya mengambil satu aspek saja dari kehidupan Nabi Muhammad Saw. Tulisan ini
berkenaan dengan kepemimpinan Rasulullah Saw. Tetapi Nabi Muhammad adalah
pemimpin disegala bidang. Beliau memimpin umat di masjid juga di medan
pertempuran. Beliau tampak seorang psikolog yang mengubah jiwa manusia yang
biadab menjadi jiwa yang memancarkan peradaban. Tetapi beliau juga kelihatan
seperti seorang sosiolog yang bukan saja menyembuhkan berbagai masalah sosial
melainkan juga menegakkan satu tatanan sosial yang menakjubkan. Beliau juga
seorang politikus yang mempersatukan suku-suku bangsa hanya dalam waktu kurang
dari 1/4 abad. Beliau juga pemimpin rohani yang mengantarkan jiwa pengikutnya
kekelezatan samawiyah dan keindahan ilahiyah. Beliau juga pemimpin kaum wanita
yang mengangkat kaum lemah ini dari sekedar pemuas nafsu menjadi manusia yang '
di bawah kakinya ada surga'. Beliau juga pemimpin kaum fuqoro'(fakir) dan kaum
masakkin (miskin), hamba sahaya dan kaum dhuafa'.
Rabu, 11 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar