Pertama membangkitkan harga diri rakyat kecil dan dhuafa' membangkitkan harga diri fuqoro', masakin, sebab mereka adalah kelompok masyarakat yang paling sering termaginalkan dicaci dan dimaki. Untuk menumbuhkan harga diri kaum muslimin dhuafa' ini, Rasulullah Saw. memilih hidup ditengah para hamba sahaya dan orang miskin. Beliau digelari Abud Masakin (bapak orang-orang miskin). Kepada sahabat-sahabatnya yang menanyakan tempat paling baik untuk menemuinya beliau menjawab : carilah aku diantara orang-orang yang lemah diantara kamu, carilah aku ditengah-tengah kelompok kecil diantara kamu. Pada suatu kali, sahabat Rasulullah menemukan beliau sedang memperbaiki sandal anak yatim, lain kali beliau terlihat menjahit baju seorang janda tua yang miskin, dan pernah pula beliau makan dalam piring yang sama dengan hamba sahaya. Kalau masuk masjid beliau memilih kelompok orang miskin, dan disanalah beliau duduk. Digembirakannya mereka dipeluknya mereka hingga kadang-kadang Rasulullah tertawa bersama mereka. Lebih-lebih lagi beliau memuji mereka, menghargai mereka dimuka umum. Bayangkanpada suatu hari beliau berdo'a didepan orang banyak :" Ya Allah, hidupkan aku sebagai orang miskin, matikan aku sebagai orang miskin dan bangkitkan aku di hari kiamat bersama kelompok orang miskin pula.". Begitu akrabnya beliau dengan mereka sehingga Ibnu Umar, seorang anak kaya masa itu berkata " aku sedih, lantaran aku tidak termasuk kelompok mereka". Anak orang kaya itu sedih karena ia tak termasuk orang miskin yang begitu dimulyakan Rasulullah Saw. Rasulullah berhasil menanamkan satu sikap bahwa kemiskinan bukanlah berarti kehinaan. Kepada Siti Aisyah beliau memberikan nasihat " hai Aisyah cintailah orang-orang miskin dan bergaullah dengan mereka, tentu Allah akan dekat dengan engkau pada hari kiamat". Begitu sungguh-sungguh Rasulullah menghormati kaum fuqoro' sehingga sebagian ulama' dikemudian hari menganggap kefakiran ini sebagai kebajikan. Masih sering kita temui dalam kitab-kitab lama bab yang berjudul ( Keistimewaan orang-orang fakir dan kefakiran ). Rasulullah amat memperhatikan mereka yang dianggap rendah oleh sebagian masyarakat.
Rabu, 11 Februari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar